Bismillahirrahmanirahim,,,
Alhamdulillah rencana untuk membuat blog bersama akhirnya
terealisasikan jugaa,,hehe. Sebenarnya sejak awal menikah suami sudah
mengusulkan ide untuk membuat blog bersama, but karena satu dan lain hal (kalau
saya sie mood untuk menulisnya sedang berada di titik terendah,, :p). Well
karena mood saya dalam menulis sedang bagus, jadi saya mencoba untuk aktif
menulis lagi. Beberapa motivasi dan latar belakang saya menulis lagi silahkan
lihat di blog saya yang lain yaaa,,, mawargerhana.blogspot.com
Dua minggu ini suami diminta tolong membuat desain undangan
pernikahana untuk kedua sahabatnya. Karena
salah satu calon mempelai wanitanya cukup dekat dengan saya, so she told me
about her feeling, about her nerves, about her fear, and about her happines.
Sebagai seseorang yang pernah melalui fase ini,
Jawab Iblis:"Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya sampai mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda dari emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya agar hasilnya dibelanjakan ke jalan haram.
Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara pria dan perempuan. Disana aku lepaskan sebesar-besar godaan untuk hilang peraturan dan minum arak. Bila terminum arak itu maka hilanglah akal, pikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki sampai ke pekerjaan zina. Bila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri.
Bila mereka teringat akan salah mereka lalu ingin bertobat atau berbuat amal ibadah, aku akan rayu mereka agar mereka menangguhkannya. Bertambah keras aku goda agar menambahkan maksiat dan mengambil istri orang. Kapan kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur, megah, sombong dan melengahkan amalnya. Kapan pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat.Demikianlah aku goda mereka setiap saat. "
alhamdulillah segala kegalauan dan ketakutan dia cukup teratasi dengan sedikit saran dan masukan, yaaah walaupun terkadang muncul kembali tapi setidaknya tidak seheboh ketika pertama kali dia merasakan, hehe.
Jawab Iblis:"Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya sampai mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda dari emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya agar hasilnya dibelanjakan ke jalan haram.
Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara pria dan perempuan. Disana aku lepaskan sebesar-besar godaan untuk hilang peraturan dan minum arak. Bila terminum arak itu maka hilanglah akal, pikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki sampai ke pekerjaan zina. Bila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri.
Bila mereka teringat akan salah mereka lalu ingin bertobat atau berbuat amal ibadah, aku akan rayu mereka agar mereka menangguhkannya. Bertambah keras aku goda agar menambahkan maksiat dan mengambil istri orang. Kapan kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur, megah, sombong dan melengahkan amalnya. Kapan pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat.Demikianlah aku goda mereka setiap saat. "
alhamdulillah segala kegalauan dan ketakutan dia cukup teratasi dengan sedikit saran dan masukan, yaaah walaupun terkadang muncul kembali tapi setidaknya tidak seheboh ketika pertama kali dia merasakan, hehe.
Menurut saya
ketakutan yang terjadi menjelang pernikahan adalah hal yang wajar. Dalam ilmu
psikologi gejala ketakutan yang timbul menjelang pernikahan biasa disebut before
marriage syndrom atau sindrom pra nikah. Secara psikologi, sindrom ini muncul
karena banyaknya hal yang harus diurus oleh kedua calon mempelai hingga hari
pernikahan. Semakin banyak hal yang harus dipikirkan, maka kedua calon
pengantin semakin berpotensi untuk
memicu stress yang selanjutnya dapat mengakibatkan konflik, bisa dengan calon
pasangan ataupun dengan keluarga, hiii ngeri yaaa. Yuup walaupun dianggap hal
yang wajar tapi jangan dianggap sepele juga yaaa,,karena bila ketakutan ini
dibiarkan terus berlarut maka bisa terjadi kegagalan pernikahan.Naudzubillah L
Dalam kacamata islam, ketakutan ini tentu saja muncul akibat
tipu daya setan. Dalam dialog Rasulullah SAW dengan iblis rasulullah bertanya :
"Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?"
Lihat, setan akan selalu menggoda manusia yang berniat mendekatkan diri kepada Allah, Setiap saat ya temaan,,. Menikah adalah menyempurnakan agama, karena banyak sekali
amal ibadah yang dapat kita lakukan hanya dapat dilakukan bila kita telah
menikah. So, inilah mengapa setan sangat membenci apabila ummat Nabi Muhammad
berniat untuk menyempurnakan agamanya,karena berarti makin sedikit umat manusia
yang menemaninya di neraka. Karena itulah ia selalumeng goda setiap insan tersebut. Ia
tiupkan rasa gundah, ketakurtan dan kekhawatiran sehingga para calon pengantin
menjadi takut untuk melangkah, takut meenyempurnakan agama, takut kehilangan
kebebasan dan ketakutan-ketakutan yang lain.
Inilah beberapa ketakutan-ketakutan yang muncul bagi para
calon pengantin
1.
Is He/She the right man for me?
“Aduuuhh kok sifatnya beda banget yaaa sama
saya”
“Kira-kira saya siap gak hidup bersama
dia?”
“Hemm jangan-jangan saya bisa mendapatkan
calon yang lebih baik dari dia”
Dan berbagai pertanyaan yang muncul karena
keraguan tentang kapasitas diri dan calon pasangan kita.
Loh kok bisa sie muncul pertanyaan ini?
Padahal saya sudah berusaha agar proses yang saya lakukan hingga hari
pernikahan sesuai dengan tuntunan sunnah Rasul. Tentu saja bisa dooong
sahabaat… Pasangan yang menikah lewat proses pacaran aja masih digoda oleh
setan dengan keraguan, apalagi kita yang berusaha agar setiap proses dan
langkahnya sesuai dengan syariat, godaan setannya lebih kenceeng, mungkin
jabatan setannya adalah jendral, hehe.
Jujur saja, saya merasakan keraguan ini
bahkan sampai hari pernikahan saya!. Dan keraguan ini langsung menguap ketika
ijab qabul selesai diucapkan, dan keraguan langsung berganti keyakinan ketika
saya menjalani bahtera rumah tangga.” Is He the right man for me”?. “Yes, of
course he is the right and the only man for me” J. Beberapa tips yang
saya lakukan agar keraguan saya berubah menjadi keyakinan :
1.
Selalu istikharah, dan ceritakan segala
kegundahan kita kepada Allah
2.
Selalu membaca surat Al-Imran : 8
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan
setelah engkau memberikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami
rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi”.
3.
Komunikasikan apa yang kita rasakan kepada orang
tua atau murabbi.
4.
Cobalah bayangkan, dari sekitar jutaan
laki-laki/perempuan di dunia ini, ternyata dia, ya dia dengan secara sukarela
dan ikhlas memberikan sisa hidupnya untuk bersama dengan kita. Memberikan
segenap jiwa dan pikirannya untuk kebahagiaan kita, dan memberikan keyakinan
bahwa kitalah yang pantas menjadi orang tua bagi anaknya kelak. So sweet gak
sie?? J
5.
Yakinkan diri dan selalu meluruskan niat bahwa
pernikahan ini untuk meraih ridho-Nya.
2.
Perubahan status dari single menjadi married,
dari anak menjadi istri/suami
Tidak bisa dipungkiri bahwa menikah adalah fase paling dinanti bagi para akhwat/ikhwan yang masih single. Pertanyaan “kapan nikah”, dari teman atau keluarga besar akhirnya terjawab sudah dengan tersebarnya undangan. Bahagia rasanya ketika kita tahu bahwa nanti akan ada seseorang yang selalu tersenyum untuk kita, yang selalu mendengarkan keluh kesah kita, yang selalu sedia untuk memberikan bahunya sebagai sandaran. Wooww,,bahagia rasanya yaaa.
Tidak bisa dipungkiri bahwa menikah adalah fase paling dinanti bagi para akhwat/ikhwan yang masih single. Pertanyaan “kapan nikah”, dari teman atau keluarga besar akhirnya terjawab sudah dengan tersebarnya undangan. Bahagia rasanya ketika kita tahu bahwa nanti akan ada seseorang yang selalu tersenyum untuk kita, yang selalu mendengarkan keluh kesah kita, yang selalu sedia untuk memberikan bahunya sebagai sandaran. Wooww,,bahagia rasanya yaaa.
Tapi ketika kita makin mempelajari tentang
kewajiban kita sebagai suami/istri mulai muncul pertanyaan “Saya sanggup gak
ya?”. Pertanyaan tersebut terus menggelayuti pikiran kita dan akhirnya muncul
keraguan tentang kapasitas diri.
Dalam hal ini saya menyarankan untuk terus
belajar tentang pernikahan, ikuti pelatihan tentang persiapan pernikahan dan
terus meyakinkan diri bahwa kita pasti bisa. Wajar memang kalau kita meragukan
kemampuan kita, karena sebelumnya kita melakukan segala sesuatu untuk sendiri.
Tapi ketika kita menikah kita punya tanggung jawab tambahan untuk mengurusi
kebutuhan pasangan. “ngurusin diri sendiri aja susah bagaimana ngurus
pasangan?”, gitu gak sie yang kita pikirkan?, hehe. Makanya solusi yang paling efektif
adalah mengikuti seminar atau pelatihan pra nikah, agar kita makin PD dan yakin
dengan kemampuan kita dalam berumah tangga. Okeee (y).
Persiapan pernikahan membuat interaksi
antara kita dengan orang tua menjadi semakin intens, terkadang kita melihat
kelelahan orang tua saat mempersiapkan hari pernikahan kita, tiba-tiba muncul
perasaan “tidak mau meninggalkan” kedua orang tua kita (aaahhh kalau mikir ini
kadang saya merasa sedih dan ingin menangis :( ).
Pesta pernikahan hakikatnya bagi orang tua
adalah pesta perpisahan bagi anaknya. Anak yang biasanya selalu dilihat
wajahnya setiap pagi, setelah anak menikah mereka hanya bisa melihat wajahnya
dari foto. Anak yang biasanya setiap malam mengobrol tentang berbagai macam
hal, setelah menikah hanya bisa berbicara lewat telepon atau sms, itupun dengan
pembicaraan yang singkat. Anak yang biasanya meminta tolong ini itu, setelah
menikah ternyata ada orang lain yang siap menolongnya kapan saja. Dan rasa
kehilangan lain yang dirasakan orang tua.Tentu saja kita sebagai anak juga
merasakan kehilangan, bahkan terkadang membuat kita berpikir untuk membatalkan
pernikahan karena tidak siap meninggalkan orang tua.
Sahabat, jika rasa itu ada dalam diri kita,
maka bersyukurlah, berarti kita adalah anak yang menyayangi orang tua kita dan
insya Allah kita termasuk anak yang berbakti kepada orang tua kita. Tahukah
sahabat, salah satu cara berbakti kepada orang tua adalah menjadi istri atau
suami yang baik, dengan demikian pahala yang kita dapatkan sebagai seorang
istri atau suami mengalir juga kepada kedua orang tua kita. Karena kedua orang
tua kita berhasil mendidik anaknya menjadi seorang istri/suami yang sholeh.
Tanamkanlah dalam diri kita pemikiran ini sehingga kita makin mantap untuk
melangkah menjadi seorang suami/istri. Aamiin.
3.
Bye bye freedom
Jalan-jalan ke mall, travelling, ke
bioskop, ke perpus, main game, wisata kulliner dan segala macam kegiatan yang
biasa kita lakukan bersama teman atau sendiri otomatis akan berkurang setelah
kita menikah. Hakikatnya ketika kita mendapatkan sesuatu maka disaat yang sama
kita akan kehilangan sesuatu. Jadi wajar bila kita takut kehilangan kebebasan
kita ketika kita menikah, sesuatu yang biasa menjadi tidak biasa atau bahkan
tidak boleh ketika kita menikah, heemm scaryyyy…
But lets be smart sahabat, memang benar
kita akan kehilangan waktu kebersamaan kita dengan sahabat atau mungkin diri kita
sendiri, tapi coba bayangkan waktu yang hilang tersebut diganti oleh Allah
dengan kebersamaan kita bersama pasangan. Kita masih bisa kok jalan-jalan ke
Mall, traveling, ke bioskop, ke perpus, main game, wisata kuliner dan masih
banyak lagi tentunya dengan pasangan kita. Selain membahagiakan, kita juga
dapat pahala lho. Wooww bahagia dunia akhirat kan?enaknyaa pacaan sesudah
menikah, hehe.
Intinya kita hanya kehilangan “sedikit” waktu
kebersamaan kita bersama teman-teman bukan kehilangan mereka seutuhnya kaaan?.
Lagipula tenang saja, insya Allah pasangan kita adalah pasangan yang pengertian
jadi masih membolehkan kita untuk bertemu dengan teman-teman kita J.
Semoga bermanfaat yaa, dan semoga kita makin mantap
melangkah ke jenjang pernikahan.

No comments:
Post a Comment